" Hidup untuk perjuangan bagi orang lain jauh lebih berarti daripada untuk diri sendiri..."

HORAS . . . SIRAJABATAK - SOMBA MARHULA HULA - MANAT MARDONGAN TUBU - ELEK MARBORU - RINGKOT MAR ALE ALE

Mengapa SpeedCash?

 http://www.speedcash.co.id/1226135 23 Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan SpeedCash :
HoRaS HaBaTaKoN ! 

Tarutung menjadi salah satu pusat wisata religi di Sumatera Utara. Memiliki nilai-nilai sejarah dan budaya, Destinasi wisata di Kabupaten Tapanuli Utara seolah tak henti menawarkan keindahan-keindahan lain berupa alam, air terjun dan juga keunikan-keunikannya. Sejuta pesona di tanah Batak akan merengkuh anda dengan balutan Ulos, horas...!!

Berikut objek wisata yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Utara.

Panorama Alam Huta Ginjang
Huta Ginjang dikenal sebagai lokasi wisata andalan di Taput, Panorama memukau dari dataran tinggi Huta Ginjang dengan suguhan Pulau Malau menjadikan lokasi ini begitu layak untuk dikunjungi. Sijaba Huta Ginjang cocok bagi anda penyuka wisata olahraga dan alam. Baca Selengkapnya

Salib Kasih Siatas Barita
Wisata religi di Tarutung ini sudah amat populer di mata wisatawan baik domestik maupun internasional. Dibuat untuk mengenang jasa missionaris Nomensen dalam pekabaran injil di Tanah Batak, Salib Kasih kini semakin dikembangkan sebagai objek wisata andalan.

Air Soda Sirara Tarutung
Disnyalir hanya terdapat dua di dunia, satu di Venezuela dan satu lagi di Tarutung inilah Sirara Pemandian Air Soda Alami di Sumatera Utara Indonesia. Objek wisata ini juga menjadi lokasi favorit wisatawan karena ingin langsung menyaksikan objek wisata yang satu ini.

Pacuan Kuda Siborong-Borong
Tak banyak yang tahu bahwa di Taput terdapat area pacuan kuda, lokasinya berada di Siborong-Borong yang dapat ditempuh sekitar 1 jam dari Kota Tarutung. Anda dapat menikmati sensasi menunggangi kuda seraya menikmati dinginnya Tapanuli Utara


Goa Natumandi
Dikenal juga dengan nama Liang Huta Barat Natunandi, Goa Natumandi adalah objek wisata speologi yang sarat dengan nilai-nilai sejarah dan budaya. Terletak di Desa Hutabarat, Gua Natumandi kini telah dipugar dan dijadikan sebagai destinasi wisata.

Situs Hindu Hopong
Peninggalan cagar budaya di Tapanuli Utara bernama Hopong belum cukup terkenal, merupakan kawasan dengan objek wisata seperti patung dan juga gua, Situs Hindu Hopong amatlah menarik untuk ditelisir apabila anda memiliki minat wisata sejarah dan budaya.

Sopo Partungkoan
Sopo Partungkoan adalah rumah adat dari Suku Batak, berada di ibukota Tapanuli Utara tepatnya Tarutung. Diapit oleh dua gedung pemerintah. Sopo Partungkoan merupakan bangunana besar yang dibuat untuk kepentingan kesenian.

Tempat Pemandian Air Panas [Aek Rangat] di Sipoholo dan di Butar

Tempat Pemandian Air Panas Belerang [Aek Rangat Belerang] di Sibaragas

Panorama Alam Batuharang di Kec. Pagaran

ITO NABASA

Ito nabasa, Ito nalagu
hasian…
Didia ho, didia ho dapottonokku
Tung so sirang ito
Anggo au sian ho
hasian...
I anggo so sinirangi ni da hamatean

Ref..
Aut na diboto ho ma ilukku
Nasai maraburan
Aut na diboto ho..ooo
Ate atekku malala dibagasan

Pikkir ito
Marbilang bilang ma ho
Hasian
Ingot ma au nasai tontong paima ho...

Beha roham dokma hatam
Alusi au

Mangkuling sese

Di na makkuling sese i
Sese na di balian i
Na paboahan naung torang ari i
Hehe maho ale inang
Sian lage podoman mi
Asa tung borhat anakmon tu parjalangan

Jalang ma tangan hon inang
Unang be sai marsak ho
Ai tibu do au ro mandulo ho..
Alani pogos do sude
Umbaen na borhat anakmon
Mangalului ngolu-ngolu siapari

O inang... tinggal majo ho
Na borhat nama au tu nadao
Tondi mi... ma mandongani au
Asa hipas-hipas au anakmon di nadao

Molo tung masihol ho inang
Bereng ma inang gombaran hi..

Paima boi au mulak
Mulak sian parjalangan
Lao mandulo ho inang  2x

Suhi ni Ampang na Opat

HoRaS HaBaTaKoN ! 

Apakah arti Suhi ni Ampang na Opat dalam adat Batak?


Pada pesta perkawinan yang mutlak (martohonan) adalah Suhi ni Ampang Naopat : yaitu :

1. Pihak Paranak (pengantin laki-laki) yang menerima ulos :
  • Ulos Pansamot : Orangtua pengantin
  • Ulos Paramaan : Abang / adik orangtua pengantin
  • Ulos Todoan : Abang Adik dari Ompung suhut pengantin
  • Ulos Sihunti Ampang : saudara perempuan dari Pengantin (ito) atau saudara perempuan dari orangtua pengantin (Namboru)

2. Pihak Parboru (pengantin wanita) yang menerima sinamot :
  • Si jalo bara / Pamarai : Abang / adik dari pengantin
  • Si jalo upa tulang : Tulang dari Pengantin
  • Si jalo Todoan : abang / adik Ompung Suhut pengantin atau Simandokkon yaitu ito Pengantin (disesuai Hasuhuton & Tonggo Raja)
  • Si jalo Upa Pariban : kakak atau Namboru Pengantin

Dalihan Natolu sebagai system kekerabatan orang batak ternyata mempunyai nilai yang tidak kalah dengan system lain yang sangat populer saat ini, yaitu Demokrasi. “Dalihan Natolu” ini melambangkan sikap hidup orang batak dalam bermasyarakat. Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal dalam 3 posisi yang disebut DALIHAN NA TOLU (bahasa Toba) atau TOLU SAHUNDULAN (bahasa Simalungun). Dalihan dapat diterjemahkan sebagai “tungku” dan “sahundulan” sebagai “posisi duduk”. Keduanya mengandung arti yang sama, ‘3 POSISI PENTING’ dalam kekerabatan orang Batak yang terdiri dari :

HULA HULA atau TONDONG, yaitu kelompok orang orang yang posisinya “di atas”, yaitu keluarga marga pihak istri. Relasinya disebut SOMBA SOMBA MARHULA HULA yang berarti harus hormat kepada keluarga pihak istri. “Hula-Hula” adalah Orang tua dari wanita yang dinikahi oleh seorang pria, namun hula-hula ini dapat diartikan secara luas. Semua saudara dari pihak wanita yang dinikahi oleh seorang pria dapat disebut hula-hula. Marsomba tu hula-hula artinya seorang pria harus menghormati keluarga pihak istrinya. Dasar utama dari filosofi ini adalah bahwa dari fihak marga istri lah seseorang memperoleh “berkat” yang sangat didominasi oleh peran seorang istri dalam keluarga. Berkat hagabeon berupa garis keturunan, hamoraon karena kemampuan dan kemauan istri dalam mengelola keuangan bahkan tidak jarang lebih ulet dari suaminya, dan dalam hasangapon pun peran itu tidak kurang pentingnya. Somba marhulal-hula supaya dapat berkat.


BORU, yaitu kelompok orang orang yang posisinya “di bawah”, yaitu saudara perempuan kita dan pihak marga suaminya, keluarga perempuan pihak ayah. Boru adalah anak perempuan dari suatu marga, misalnya boru Hombing adalah anak perempuan dari marga Sihombing. Prinsip hubungan nya adalah ELEK MARBORU artinya harus dapat merangkul boru/sabar dan tanggap. Dalam kesehariannya, Boru bertugas untuk mendukung/membantu bahkan merupakan tangan kanan dari Hula-hula dalam melakukan suatu kegiatan. Sangat diingat oleh filosofi ELEK MARBORU, bahwa kedudukan “di bawah” tidak merupakan garis komando, tetapi harus dengan merangkul mengambil hati dari Boru - nya
DONGAN TUBU atau SAINA, yaitu kelompok orang-orang yang posisinya “sejajar”, yaitu: teman/saudara semarga. Prinsip Hubungannya adalah MANAT MARDONGAN TUBU, artinya HATI-HATI menjaga persaudaraan agar terhindar dari perseteruan.

Dalihan Na Tolu ini menjadi pedoman hidup orang Batak dalam kehidupan bermasyarakat.Dalihan Na Tolu bukanlah kasta karena setiap orang Batak memiliki ketiga posisi tersebut; ada saatnya menjadi Hula hula/Tondong, ada saatnya menempati posisi Dongan Tubu/Sanina dan ada saatnya menjadi BORU. Dengan Dalihan Na Tolu, adat Batak tidak memandang posisi seseorang berdasarkan pangkat, harta atau status seseorang. Dalam sebuah acara adat, seorang Gubernur harus siap bekerja mencuci piring atau memasak untuk melayani keluarga pihak istri yang kebetulan seorang Camat. Itulah realitas kehidupan orang Batak yang sesungguhnya. Lebih tepat dikatakan bahwa Dalihan Na Tolu merupakan SISTEM DEMOKRASI Orang Batak karena sesungguhnya mengandung nilai nilai yang universal.



Partuturan Batak Toba

HoRaS HaBaTaKoN ! 

Partuturan Batak Toba adalah merupakan sistem kekerabatan Batak Toba. Aku yakin banyak dari kita yang belum mengetahui tentang Partuturan walau kita orang batak asli sekalipun. Biasanya ini terjadi kepada orang batak yang memang lahir di kota dan telah dibesarkan pun di kota bukan di kampungnya sendiri, sehingga dia tidak peduli lagi dengan adatnya sendiri. Orang yang tidak mengerti Partuturan biasanya dikatakan “dang maradat” (tidak punya adat). Biasanya ini terjadi kepada anak-anak muda yang memang lahir dan besarnya bukan lagi dikampungnya. Maka dari itu aku mau berbagi pengetahuan tentang sebutan-sebutan yang seharusnya kita katakan kepada sanak saudara kita atau orang lain yang bersuku batak. Baik itu yang lebih tua, lebih muda, atau sepantaran dengan kita. Jangan sampai salah ucap. Karena kita bisa dicap “tidak tahu adat”.

Baiklah, mari kita simak sebutan-sebutan (partuturan) yang tepat dan benar untuk kita ucapkan berikut ini :

Uda, Amang Uda, Bapa Uda :
  • panggilan kita terhadap adik laki-laki dari ayah kita,
  • panggilan kita terhadap semarga yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah kita tetapi ayah kita lebih tua darinya,
  • panggilan kita kepada suami dari adik perempuan ibu kita.

Inang Uda, Nanguda :
  • panggilan kita terhadap istri dari adik laki-laki ayah kita,
  • panggilan kita terhadap istri dari semarga kita yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah kita tetapi ayah kita lebih tua darinya,
  • panggilan kita kepada istri dari adik perempuan ibu kita.

Amang Tua, Bapa Tua (Pak Tua) :
  • panggilan kita terhadap Saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah kita,
  • panggilan kita terhadap semarga yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah kita tetapi ayah kita lebih muda darinya,
  • panggilan kita kepada suami dari kakak perempuan ibu kita.

Inang Tua, Nantua (Mak tua) :
  • panggilan kita terhadap istri dari Saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah kita,
  • panggilan kita terhadap istri dari orang semarga yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah kita tetapi ayah kita lebih muda darinya,
  • panggilan kita kepada kakak perempuan ibu kita.

Tulang (Paman) :
  • panggilan kita kepada saudara laki-laki ibu kita.

Nantulang (bibi) :
  • panggilan kita terhadap istri dari tulang kita.

Lae :
  • panggilan kita (laki-laki) kepada anak laki-laki dari tulang kita,
  • panggilan kita (laki-laki) kepada suami dari saudari kita yang perempuan.

Eda :
  • panggilan kita (perempuan) kepada anak perempuan dari tulang kita,
  • panggilan kita (perempuan) kepada istri dari saudara kita yang laki-laki.

Amangboru :
  • panggilan kita terhadap suami dari saudari ayah kita perempuan,
  • panggilan terhadap suami dari perempuan yang merupakan keturunan semarga kita yang urutannya setingkat dengan ayah kita.

Namboru:
  • panggilan kita terhadap saudara perempuan ayah kita,
  • panggilan terhadap perempuan yang merupakan keturunan semarga kita yang urutannya setingkat dengan ayah kita.

Ito, iboto :
  • panggilan kita sebagai laki-laki kepada kepada saudari kita (perempuan),
  • panggilan kita sebagai perempuan kepada saudara kita yang laki-laki,
  • panggilan umum bagi orang kepada lawan jenisnya dalam budaya batak toba.

Pariban :
  • panggilan kita sebagai laki-laki terhadap anak perempuan dari tulang kita,
  • panggilan kita sebagai perempuan terhadap anak laki-laki dari Namboru kita.

Inang (ibu) :
  • panggilan kita terhadap perempuan yang lebih tua dari kita atau kepada orang (perempuan) yang
  • dituai,
  • panggilan umum untuk menghormati semua perempuan.

Amang :
  • panggilan kita terhadap pria yang lebih tua dari kita atau orang (pria) yang dituai,
  • panggilan umum untuk menghormati para pria.

Inong (ibunda) :
  • panggilan khusus kepada ibunda kita.

Among (Ayahanda) :
  • panggilan khusus kepada ayahanda kita.

Ompung (Kakek/Nenek) :
  • dibaca Oppung
  • panggilan kepada kakek/nenek kandung kita.
  • panggilan umum kepada orang tua yang setingkat dengan kakek/nenek kandung kita.

Ompung Doli (Kakek) :
  • dibaca Oppung Doli
  • panggilan khusus kepada kakek kita, ayah dari ayah/ibu kita

Ompung Boru (Nenek) :
  • dibaca Oppung Boru
  • panggilan khusus kepada nenek kita, ibu dari ayah/ibu kita



Holong Mangalap Holong

HoRaS HaBaTaKoN ! 

Holong Mangalap Holong

Tanganta marsitogu-toguan
Nang rohattape marsitomu-tomuan
Tama hita marsielek-elekan
Tonditai ma tutu marsigom-goman

Tabo do akka namartinodohon
Molo saroha mangula siulaon
Holong ma tabahen mangalap holong
Marsiurupan disude na sitaonon

Dihuta anggita siappudan
Diparmahana anakta paggoaran
Amangta nang inangta tu balian
Ibotota ma paradehon panganan

Tupa ma hita marsituppolan
Molo adong dihitaon parsalisian
Holong ma tabahen mangalap holong
Sai horasma jala gabe hitaon

Tonani da oppui
Opputta sijolo-jolo tubu
Somba marhula-hula
Sai manat mardongan tubu
Elek ma hita marboru
Sai ganup ma tutu maroha
Horas tondi madingin
Sai pir tondi matogu
Hita martahi sakkap
Sai Tuhanta mamasu-masu 


Mengapa SpeedCash?
 http://www.speedcash.co.id/1226135 23 Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan SpeedCash :

PRODUK HERBAL INDONESIA

Sukses harus diraih karena dia tak mau datang begitu saja

Amazon Deals