" Hidup untuk perjuangan bagi orang lain jauh lebih berarti daripada untuk diri sendiri..."

HORAS . . . SIRAJABATAK - SOMBA MARHULA HULA - MANAT MARDONGAN TUBU - ELEK MARBORU - RINGKOT MAR ALE ALE

Saya Keturunan Yahudi, Benarkah?

HoRaS HaBaTaKoN ! 

Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) kata Soekarno. Asal usul merupakan sebuah ‘sejarah besar’ yang tidak boleh dilupakan atau pun disesali. Sebagai orang batak bermarga harahap, saya sudah mendengar berbagai versi mengenai asal usul suku saya. Versi terakhir -yg saya tahu-, bahwa Bangsa Batak adalah Keturunan bangsa Yahudi yg hilang, adalah pemancing saya utk menulis di notes ini. Selamat menyimak -bagi yg mau menyimak-.

Versi pertama,
Etnis Batak adalah bangsa yg berasal dari pegunungan himalaya. Bangsa ini terkenal tertutup. Mereka gemar mencari daerah terpencil, ‘splendid isolation’. Makanya, setelah migrasi dari Himalaya, bangsa ini memencar ke sejumlah daerah terpencil (bukan pesisir). Ada yg ke Pulau Samosir (pusuk buhit) dan sekitarnya (yg disini kemudian disebut batak), ada yg ke tanah toraja, bahkan ada juga yg mendarat ke daerah Phillipina Selatan.

Seteleh menetap dan melembaga dan membuat sistem marga di sekitar Danau Toba, maka bangsa batak menyebar ke bagian selatan. Mereka adalah marga Siregar, Lubis, Harahap dll.. versi pertama ini ditulis dalam buku -yg menurut saya sangat fenomenal- Tuanku Rao (Teror Agama Islam Madzhab Hambali di Tanah Batak karya Mangaraja Onggang Parlindungan. MOP menulis buku ini berdasarkan bahan-bahan sejarah milik ayahnya, Sutan Martua Radja

Versi Kedua,
Saya bukan orang batak (Toba). Ada yg berpendapat, saya yg berada di tapanuli selatan bukan orang batak. Sebagian orang Mandailing menyebut dirinya sebagai orang Bugis. Sebagian orang Batak Angkola -sy masuk kategori angkola- menyebut awalnya batak berasal dr selatan. Buktinya, candi portibi di daerah padang lawas. Ada yg bilang usia candi portibi lebih tua dari usia peninggalan sejarah di daerah toba.

Versi Ketiga,
Ini yg menarik. Saya adalah keturunan Yahudi. Seorang teman, Andhy Martuaradja Hutasuhut, mengenalkan saya hipotesa ini. Salah satu suku Bangsa Yahudi zaman nabi Musa ada yg sempat kabur ke Sumatera, melalui pelabuhan Barus (daerah Sibolga). Barus memang sudah terkenal sejak zaman Nabi Sulaiman, karena daerah itu penghasil ‘Kapur Barus’, bahan pengawet mayat atau mummi para raja di Mesir. Hipotesa ini memang terkesan ‘ilmiah, karena didukung oleh ahli sejara dari UI, Prof Ihromi dan Prof Van Berden dari Belanda. Mereka meneliti ada kesamaan ritual adat yg ada di tanah Batak dan ritual Yahudi kuno.

Tertarik dgn hipotesa ini, saya coba googling. Lalu, ketemu www.danielsihombing.blogspot.com yang mengupas tuntas mengenai hal ini. Bahkan, ada seorang orang Batak yg puluhan tahun menetap di Israel menyampaikan fakta ini ke Yitshak Rabin -PM Israel kala itu-. Tujuannya, mungkin bila diakui sebagai bangsa yahudi, orang batak bisa menjadi warga negara Israel secara leluasa. Namun, usulan itu ditolak Rabin karna ada sebuah missing link yg ngga bisa dijawab oleh pengusul.

Lalu, versi mana yang benar?
Memang blom ada bukti yg kuat utk membuktikan siapa yg benar. Cuma, logika yg disampaikan Sutan Martua Radja dlm buku Tuanku Rao terkesan lebih runtut dan logis, terkait asal usul Bangsa Batak. Walau sebagain dari buku itu -terutama terkait Perang Paderi- disebut sebagai khayalan oleh Buya Hamka dalam Buku ‘Antara Fakta dan Khayalan’. Kalau versi ketiga agak kurang logis, karna -seorang teman pernah bilang- garis keturunan bangsa Yahudi dr garis Ibu. Sedangkan, Batak berasal dari Ayah.


Sumber : http://salmande.net/?p=197
Poskan Komentar

PRODUK HERBAL INDONESIA

Sukses harus diraih karena dia tak mau datang begitu saja

Amazon Deals